Showing posts with label Linux. Show all posts
Showing posts with label Linux. Show all posts

Thursday, 22 September 2016

How To Install Traceroute Utility On Backbox



Yooo , selamat sore semuanya kwkwkw~
back with me again #OepilCore , aduhelah badan serasa remuk semua ini dari kemarenan narik kabel terus kwkwkw~ *curhat*
oke oke , gua baru buka leppy lagi nih , kali ini gua bakalan ngeshare tutorial tentang ,

how to install traceroute utility di backbox
Silahkan coba di Linux2 kesayangan anda :D
oke gak perlu banyak cincong lagi dah ah ~ , langsung menuju ke tempat tujuan kwkwkw~

oke , sebelumnya kita akan membahas sedikit tentang traceroute , mungkin kalian semua yang membaca artikel ini udah merasa gak asing ama kata tersebut ,
jadi tracert digunakan untuk melihat jalur mana saja yang dilewati oleh data sebelum mencapai tujuannya , 

ya simplenya sih begitu yang gua tau kwkwkw sisanya coba buka mbah google yaaa~
oke langsung ke prakteknya ,

pertama jangan lupa lakukan update dan upgrade ya ,

sudo apt-get update && upgrade


dan selanjutnya langsung install package traceroutenya , dengan command

sudo apt-get install inetutils-traceroute




sesudah itu biarkan proses penginstalan berjalan ,

dan setelah proses penginstalan selesai kalian bisa melihat option dari penggunaan traceroute ini , dengan cara menuliskan command sebagai berikut


traceroute --help



dan akan mengeluarkan hasil sebagai berikut


Usage: traceroute [OPTION...] HOST
Print the route packets trace to network host.

  -f, --first-hop=NUM        set initial hop distance, i.e., time-to-live
  -g, --gateways=GATES       list of gateways for loose source routing
  -I, --icmp                 use ICMP ECHO as probe
  -m, --max-hop=NUM          set maximal hop count (default: 64)
  -M, --type=METHOD          use METHOD (`icmp' or `udp') for traceroute
                             operations, defaulting to `udp'
  -p, --port=PORT            use destination PORT port (default: 33434)
  -q, --tries=NUM            send NUM probe packets per hop (default: 3)
      --resolve-hostnames    resolve hostnames
  -t, --tos=NUM              set type of service (TOS) to NUM
  -w, --wait=NUM             wait NUM seconds for response (default: 3)
  -?, --help                 give this help list
      --usage                give a short usage message
  -V, --version              print program version

Mandatory or optional arguments to long options are also mandatory or optional
for any corresponding short options.

Report bugs to <bug-inetutils@gnu.org>.





hmm , okay gimana ? simple kan kwkwkw XD
maaf maaf kalo ada beberapa kata yang salah dalam penyampaiannya~
dan maaf juga kalo kita skrg udah jarang update , next time kita bakalan lebih fast lagi deh untuk update update artikel baru ya XD

okaayy , gua #OepilCore .
see you in next article ,

babayyy~


Happy 3th ANNIVERSARY TKJ CYBER ART [15 Sept]
Design n Editing: Bejo_Inet


Visit and follow :




FP         : TKJ Cyber Art
G+         : TKJ Cyber Art
youtube : TKJ Cyber Art
BBM      : C0018D1A2
Line       : http://line.me/ti/p/%40hjl8740i
Read more

Friday, 9 September 2016

Mempercepat Proses Update dan Upgrade Dengan Apt-Fast


Yuuhhuuu~
back with me Again #OepilCore , kali ini gua bakalan share tentang sesuatu hal yang emang menurut gua membantu kalian para pengguna penguin liar (GNU/Linux) dalam melakukan update , upgrade ataupun install package ~

mungkin ini salah satu cara yang emang udah pada tau ya ?
tapi gua kok baru tau skrg , mungkin gua kudet kwkwkwkw XD ~

oke langsung ajah ke tutorialnya , cekidooott~

jadi , kemungkinan dari kalian semua yang sedang membaca artikel ini udah pada tau apa itu apt-fast ?
jadi apt-fast itu ada semacam shellscript untuk meningkatkan kecepatan dalam melakukan update , upgrade dan install package ,
langsung ajah kuyy ke prakteknya ~
croottt~


Pertama-tama hal yang harus kalian lakukan adalah , memasukan repository dari si apt-fast ini , dengan cara sebagai berikut


sudo add-apt-repository ppa:saiarcot895/myppa
sudo apt-get update && apt-get upgrade
sudo apt-get -y install apt-fast


lalu saat proses penginstallan apt-fast akan muncul bluescreen macam ini di ss , dan di tab ini kalian diminta untuk menentukan maks koneksi yang kalian inginkan ?

*disini gua menggunakan 5*


lalu pada pilihan selanjutnya pilih lah Yes ~


setelah dipilih maka kita akan kembali lagi ke terminal , dan disaat tersebut kita masih blm bisa menggunakan apt-fast , karena belum di reconfigure ~

selanjutnya masukan command sebagai berikut
sudo dpkg-reconfigure apt-fast

maka setelah itu akan muncul bluescreen seperti yang awal tadi dan pilihlah apt-get ,
dan selanjutnya tinggal ok / ataupun yes untuk melanjutkannya ~



nahh setelah itu baru apt-fast bisa digunakan ,
sama ajah seperti menggunakan command apt-get update seperti biasanya ,

contohnya ,
apt-fast update
apt-fast upgrade
apt-fast install (namapackage)

okee gimana menurut kalian tutorial kali ini ?
semoga membantu ya XD
maaf jika ada kesalahan kata ataupun penjelasan , maklum kita kita orang disini juga masih belajar kok ^^

kwkwkw~ by the way ,
untuk source bisa kalian baca langsung disini : https://github.com/ilikenwf/apt-fast
dannn , see you on next article ~
stay cool and keepp croottzzz~

#OepilCore


Lu bijak, kalo lagi Sange kwkwk

bila ada kesalahan mohon di maafkan dan dibenarkan di kolom komentar kak. 
bila ada kritik, dan pertanyaan langsung aja kak ke wall fanspage kami: 

TKJ CYBER ART
Read more

Sunday, 4 September 2016

Perintah Dasar Linux Lengkap


Linux adalah sistem operasi gratis yang merupakan turunan dari Unix, banyak pengembang dan
komunitas Linux di dunia. Linux dikenal sulit digunakan dibandingkan WIndows OS, Bagi teman-teman yang sedang belajar menggunakan Linux perintah dasar-dasar di terminal Linux wajib kita ketahui karena kita akan menggunakannya untuk mengoperasikan sistem Linux.
Berikut ini kumpulan lengkap perintah dasar-dasar linux di terminal:

A
adduser = Tambah pengguna ke sistem
addgroup = Tambah grup ke sistem
alias = Buat sebuah alias
apropos = Cari Bantuan halaman manual (man-k)
apt-get = Cari dan menginstal paket perangkat lunak (Debian)
aspell = Pemeriksa Ejaan
awk = Cari dan Ganti teks, database sort / validate / index

B
basename = Strip direktori dan akhiran dari nama file
bash = GNU Bourne-Again Shell
bc = Arbitrary bahasa kalkulator presisi
bg = Kirim ke latar belakang
break = Keluar dari sebuah loop
builtin = Jalankan shell builtin
bzip2 = Compress atau dekompresi file bernama (s)

C
cal = Tampilkan kalender
case = kondisional melakukan perintah
cat = Menampilkan isi file
cd = Mengganti Directori
cfdisk = Tabel partisi manipulator untuk Linux
chgrp = Mengubah kepemilikan grup
chmod = Mengubah izin akses
chown = Mengubah pemilik file dan grup
chroot = Jalankan perintah dengan direktori root yang berbeda
chkconfig = Sistem layanan (runlevel)
cksum = Cetak byte CRC checksum dan menghitung
clear = Hapus layar terminal
cmp = Membandingkan dua file
comm = Bandingkan dua file diurutkan baris demi baris
command = Jalankan perintah – shell mengabaikan fungsi
continue = Resume iterasi berikutnya dari suatu loop
cp = Menyalin satu atau lebih file ke lokasi lain
cron = Daemon menjalankan perintah yang dijadwalkan
crontab = Jadwalkan perintah untuk menjalankan di lain waktu
csplit = Split file ke dalam konteks – potongan ditentukan
cut = membagi file menjadi beberapa bagian

D
date = Menampilkan atau mengubah tanggal & waktu
dc = Desk Kalkulator
dd = Mengkonversi dan menyalin file, menulis header disk, boot record
ddrescue = Alat untuk memperbaiki data
declare = Deklarasikan variabel dan memberi mereka atribut
df = Tampilkan ruang disk
diff = Tampilkan perbedaan antara dua file
diff3 = Tampilkan perbedaan di antara tiga file
menggali = DNS lookup
dir = Daftar isi direktori singkat
dircolors = Warna setup untuk ls ‘
dirname = Convert semua pathname ke beberapa path
dirs = Tampilkan daftar direktori yang diingat
dmesg = Mencetak pesan-pesan kernel & driver
du = Perkiraan penggunaan kapasitas file

E
echo = Tampilkan pesan di layar
egrep = Cari file untuk baris yang sesuai dengan ekspresi yang diperpanjang
eject = Mengeluarkan media removable
enable = Mengaktifkan dan menonaktifkan perintah shell builtin
env = Environment variabel
ethtool = Pengaturan kartu Ethernet
eval = Evaluasi beberapa perintah / argumen
exec = Menjalankan perintah
exit = Keluar dari shell
expect = mengotomatiskan aplikasi yang bebas diakses melalui terminal
expand = Convert tab ke spasi
eksport = Set variabel lingkungan
expr = Evaluasi ekspresi

F
false = Tidak melakukan apa-apa, tidak berhasil
fdformat = Tingkat rendah format sebuah floppy disk
fdisk = tabel partisi manipulator untuk Linux
fg = Kirim pekerjaan untuk foreground
fgrep = Cari file untuk baris yang cocok dengan string yang tetap
file = Tentukan jenis file
find = Cari file yang memenuhi kriteria yang diinginkan
fmt = Format ulang tipe teks
fold = Wrap teks agar sesuai dengan lebar tertentu.
for = Memperluas kata-kata, dan menjalankan perintah
format = Format disk atau kaset
free = Tampilkan penggunaan memori
fsck = Memeriksa dan memperbaiki sistem File konsistensi
ftp = File Transfer Protocol
fungsi = Tentukan fungsi macro
fuser = Identifikasi / memutuskan proses yang sedang mengakses file

G
gawk = Cari dan Ganti teks dalam file
getopts = Menguraikan parameter sesuai posisi
grep = Cari file untuk baris yang cocok dengan pola tertentu
group = Cetak nama grup pada pengguna
gzip = Compress atau dekompresi nama file

H
hash = Mengingat seluruh pathname dari sebuah nama argumen
head = Output bagian pertama dari file
help = Tampilkan bantuan untuk perintah built-in
history = Perintah history
hostname = Cetak atau mengatur nama sistem

I
id = Cetak user dan grup id
if = melakukan perintah kondisional
ifconfig = Konfigurasi antarmuka jaringan
ifdown = Menghentikan antarmuka jaringan
ifup = Memulai antarmuka jaringan keatas
import = Menangkap layar server X dan menyimpan sebuah gambar ke file
install = Menyalin file dan mengatur atribut

J
join = gabung garis pada field umum

K
kill = Memberhentikan proses yang sedang berjalan
killall = Memberhentikan proses oleh nama

L
less = Tampilan output satu layar pada satu waktu
let = Melakukan aritmatika pada variabel shell
ln = Membuat hubungan antara file
local = Membuat variabel
locate = Cari file
logname = Cetak nama login
logout = Keluar dari sebuah login shell
look = Tampilan baris yang dimulai dengan string tertentu
lpc = Program Kontrol jalur printer
lpr = Off line print
lprint = Mencetak file / Print file
lprintd = Abort pekerjaan print
lprintq = Daftar antrian print
lprm = Hapus pekerjaan dari antrian print
ls = List informasi tentang file
lsof = List membuka file

M
make = Sekelompok Kompilasi ulang dari program
man = Bantuan manual
mkdir = Membuat folder baru
mkfifo = Membuat FIFOs (bernama pipa)
mkisofs = Buat hybrid ISO9660/JOLIET/HFS filesystem
mknod = Membuat blok atau karakter file khusus
more = Tampilan output satu layar pada satu waktu
mount = Mount file system
mtools = Memanipulasi file MS-DOS
mv = Memindahkan atau mengubah nama file atau direktori
mmv = Pindahkan massa dan mengubah nama (file)

N
netstat = Informasi Jaringan
nice = Mengatur prioritas perintah atau pekerjaan
nl = Nomor baris dan menulis file
nohup = Jalankan perintah kebal terhadap hangups
nslookup = Query Internet menyebut server secara interaktip
notify-send = Mengirim desktop notifications

O
open = membuka file dalam aplikasi default
op = Operator akses

P
passwd Memodifikasi password user
paste = Menggabungkan baris file
pathchk = Periksa nama file portabilitas
ping = Test sambungan jaringan
pkill = memberhentikan proses running
popd = Mengembalikan nilai sebelumnya dari direktori sekarang
pr = Siapkan file untuk dicetak /print
printcap = kemampuan pencetak Database
printenv = Cetak variabel lingkungan
printf = Format dan mencetak data
ps = Status Proses
pushd = Simpan dan kemudian mengubah direktori sekarang
pwd = Mengetahui direktori kita berada

Q
quota = Tampikan penggunaan disk dan membatasinya
quotacheck = Meneliti sistem file untuk penggunaan disk
quotactl = Set kuota disk

R
ram = perangkat disk ram
rcp = Salin file antara dua mesin
read = Membaca baris dari standar input
readarray = Baca dari stdin ke variabel array
readonly = Menandai variabel / fungsi sebagai readonly
reboot = Reboot sistem
rename = Ubah nama file
renice = Ubah prioritas dari proses yang berjalan
remsync = Sinkronisasi remote file melalui email
return = Keluar fungsi shell
rev = Membalikkan baris dari sebuah file
rm = Menghapus file
rmdir = Remove folder
rsync = Remote file copy (Synchronize file pohon)

S
screen = Multiplex terminal, run remote shells via ssh
scp = Secure copy (remote file copy)
sdiff = Menggabungkan dua file secara interaktif
sed = Stream Editor
select = Menerima input keyboard
seq = Print urutan numeric
set = Memanipulasi variabel shell dan fungsi
sftp = Secure File Transfer Program
shift = Pergeseran parameter posisi
shopt = Pilihan shell
shutdown = Shutdown atau restart linux
sleep = Delay/penundaan untuk jangka waktu tertentu
slocate = Cari file
sort = Mengurutkan file teks
source = Jalankan perintah dari file .”
split = Split file ke dalam fixed-potong
ssh = Secure Shell client (remote login program)
strace = Trace sistem panggilan dan sinyal
su = Gantikan identitas pengguna
sudo = Jalankan perintah sebagai user lain
sum = Mencetak checksum untuk file
symlink = Buatlah nama baru untuk file
sync = Sinkronisasi data pada disk dengan memori

T
tail = Output bagian terakhir file
tar = Tape Archiver
tee = Redirect output ke beberapa file
test = Evaluasi ekspresi kondisional
time = Program Mengukur waktu running
times = User dan sistem waktu
touch = Ubah file timestamps
top = Daftar proses yang berjalan pada sistem
traceroute = Trace Route to Host
trap = Jalankan perintah ketika sebuah sinyal adalah set (Bourne)
tr = Translate, squeeze, dan / atau menghapus karakter
true = Tidak melakukan apapun, berhasil
tsort = Topologi sort
tty = Print filename dari terminal pada stdin
type = menjelaskan perintah

U
ulimit = Batasi pengguna resources (sumber daya)
umask = Para pengguna menciptakan file tersembunyi
umount = Unmount (tidak menaiki) perangkat
unalias = Hapus alias
uname = Informasi sistem print
unexpand = Convert spasi untuk tab
Uniq = Uniquify file
unit = Mengkonversi unit dari satu skala ke yang lain
unset = Hapus variabel atau nama fungsi
unshar = Uraikan catatan arsip shell
until = Mengeksekusi perintah (sampai error)
useradd = Membuat akun user baru
usermod = Memodifikasi akun user
users = Daftar para pengguna yang sekarang ini login
uuencode = Encode file biner
uudecode = Decode file yang dibuat oleh uuencode

V
v = Daftar isi direktori Verbosely ( ls-l-b ‘)
vdir = Daftar isi direktori Verbosely ( ls-l-b ‘)
vi = Text Editor
vim = Text Editor
vmstat = Laporan statistik memori virtual

W
watch = Mengeksekusi / menampilkan sebuah program secara berkala
wc = Cetak byte, kata, dan baris menghitung
whereis = Cari pengguna $ path, halaman manual dan file source untuk program
which = Cari pengguna $ path untuk file program
while = Jalankan perintah
who = Cetak semua nama pengguna yang sedang log in
whoami = Cetak pengguna saat ini dan nama id ( `id-un ‘)
wget = Ambil halaman web atau file melalui HTTP, HTTPS atau FTP
write = Mengirim pesan ke pengguna lain

X
xargs = Jalankan utility, melewati daftar argumen yang dibangun
xdg-open = Buka file atau URL dalam aplikasi yang disukai pengguna.

Y
yes = Cetak string sampai di interrupt
. = Skrip menjalankan perintah shell yang sekarang
zip = Paket zip dan kompres (arsip) file
!! = Jalankan perintah terakhir lagi
### = Komentar / Remark
./ = Perintah menjalankan program

Dalam terminal pada saat membuat atau mengedit file:
Dalam vi editor atau editor lainnya ada dua mode, mode COMMAND untuk perintah dan mode INSERT untuk mengetik.
Tekan tombol ESC untuk pindah ke mode COMMAND
Tekan tombol INSERT untuk pindah ke mode INSERT
Save, pindah ke mode COMMAND lalu ketik :w
Save dan Exit :wq
Exit :q atau :q!

Cara masuk ke hard drive/hard disk/partisi
pertama kita harus melihat partisi tersebut dengan mengetikan

# fdisk -l atau # ls /dev

Biasanya sebelum kita bisa dapat masuk partisi diharuskan me mount partisi tersebut.

setelah list dari directory /dev ditampilkan lihat partisi yang ingin kita mount. Misalnya kita memutuskan untuk memount partisi dev sda1. flashdisk menggunakan nama sdc, sdc1 dst.

Maka ketik :

# mount /dev/sda1 /mnt

Penjelasan : mount adalah command sedang /dev/sda1 adalah lokasi dari device yang akan di mount. Dan /mnt adalah directory tujuan dari proses mount.

6. Sekarang isi dari directory sda1 bisa kita lihat di directory mount /mnt. Ketik :

# ls /mnt

maka akan tampil list dari sda1

7. Untuk melepas drive. Ketik :

# umount /dev/sda1

Biasanya untuk linux desktop partisi terdapat di /media (tetapi harus dimount dulu)

# cd /media

untuk melihat semua partisi.

# ls

Untuk menghapus file dan folder di trash

# rm -rf ~/.local/share/Trash/files

#rm -rf ~/.local/share/Trash/files/*

Untuk melihat isi trash
# ls ~/.local/share/Trash

Stay Cool and Keep ./Crotz , gaes <(")

bila ada kesalahan mohon di maafkan dan dibenarkan di kolom komentar kak. 
bila ada kritik, dan pertanyaan langsung aja kak ke wall fanspage kami: 

TKJ CYBER ART
Semoga membantu :)
Read more

Wednesday, 6 July 2016

File Manager di Gnu/Linux

Kenalan Dulu dengan File Manager di Gnu/Linux

 
Namanya pengolah file atau berkas pastinya tidak luput dari aplikasi pendukung untuk melihat, menata, mencari sebuah berkas data yang ada di media penyimpanan. Nah, ini ada beberapa file manager yang patut kamu coba di sistem Gnu/Linux.

Default file manager biasanya sudah dibawakan sesuai pada desktop environment (DE) yang dipakai. Misalkan memakai DE Xfce, pastinya sudah ada file manager Thunar. Bagaimana dengan yang lain, silakan disimak beberapa file manager yang lain.
Banyak sekali pilihan file manager seperti:
  • Midnight Commander
  • Konqueror
  • Nemo
  • Dolphin
  • Krusader
  • Nautilus
  • Thunar
  • PCManFM
  • XFE

Midnight Commander (MC)

Midnight Commander atau sering disebut dengan MC, adalah file manager berbasis teks atau CLI. Anda dapat menggunakannya di aplikasi terminal atau dalam mode teks.


mc
Midnight Commander
Selain ringan, aplikasi file manager ini juga memiliki fitur FTP Link yang memudahkan untuk langsung terhubung dengan FTP Server yang Anda punya. MC ini juga menampilkan dua kolom panel kiri dan kanan. Adanya dua kolom ini sangat membantu dan mempercepat dalam pencarian file dalam dua lokasi yang berbeda.
Untuk menginstalnya silkan ikuti perintah berikut:
Note: sesuaikan perintah apt-get dengan distribusi Gnu/Linux yang dipakai

Konqueror File Manager

File manager ini merupakan bawaan dari Desktop Environment KDE. Aplikasi ini memiliki banyak fitur seperti:
  • Web Browser
  • Universal Viewer
  • Customize Applications
Instalasi aplikasi:
Note: sesuaikan perintah apt-get dengan distribusi Gnu/Linux yang dipakai
Atau ke sana


konqueror-network-transparency
Sumber konqueror.org

Nemo

Aplikasi ini adalah bawaan dari Desktop Environment Cinnamon (Linux Mint).
Instalasi:
Antarmuka:


Nemo
Nemo file manager

Dolphin

File manager ini juga merupakan bawaan dari Desktop Environment KDE. Aplikasi ini punya fitur:
  • Navigation / breadcrumb
  • Split View
  • Multiple tab
  • Additional information and shortcuts
  • Undo/redo support
  • Transparant network acces


Dolphine file manager
Sumber www.kde.org

Krusader

Dowload : di sana


Nautilus

File manager ini adalah bawaan dari distribusi Gnu/Linux Ubuntu dengan desktop Unity.


Nautilus file manager
Sumber gnome.org

Thunar

Untuk file manager Thunar merupakan bawaan dari Desktop Environment XFCE.


thunar-filemanager
Thunar file manager

PCManFM

Sementara jenis file manager PCManFM adalah bawaan dari Desktop Environment LXDE.


PCMan_File_Manager
Sumber lxde.org

XFE

Download di sana atau di sana
xfe-filemanager
Read more

File Manager Linux


Salah satu perangkat lunak yang sangat penting dalam semua sistem operasi berbasis grafis (graphical user interface) dan untuk mendukung penggunaan sistem operasi adalah managemen berkas (file manager).



file manager nautilus di GNU/Linux

Pada GNU/Linux, terdapat banyak perangkat lunak managemen berkas seperti nautilus, thunar, dolphin, dan yang lain. Kamu dapat melihat jenis-jenis, kelebihan, dan tampilan yang menurut kamu menarik dan nyaman untuk digunakan pada artikel
Kenalan dengan File Manager di GNU/Linux

Fungsi File Manager.

Ada beberapa fungsi yang dapat kamu lakukan dengan file manager seperti :
  1. Membuat dan menghapus berkas
  2. Membuat dan menghapus direktori
  3. Menyalin dan memindahkan berkas ke media penyimpanan lain.

Hubungan Pembagian Partisi dan File Manager

Kamu harus tau hubungan partisi yang kamu buat dengan file manager atau yang lebih tepatnya lokasi home folder user kamu. Saya menggunakan sistem operasi ubuntu 16.04 untuk membuat tutorial ini. Jadi saya akan membicarakannya dari sudut pandang saya.
Home folder adalah sebuah direktori yang khusus di buat untuk menyimpan data-data pribadi kamu seperti dokumen-dokumen, musik, video, dan gambar. Jadi kamu tidak perlu repot lagi membuat direktori untuk masing-masing jenis data kamu.

Memahami Partisi Home

Saat kamu melakukan instalasi sistem operasi GNU/Linux, kebanyakan wizard akan membuat dua user yaitu user root dan user kamu sendiri (kamu yang menentukan namanya).
Kedua user ini mempunyai home foldernya sendiri. Tapi saat pertama kali kamu masuk ke desktop, kamu akan masuk sebagai user kamu sendiri (bukan user root) dan saat kamu membuka file manager kamu akan diarahkan ke home direktori user kamu.



home folder
home folder

Lalu apa hubungannya? saat melakukan instalasi sistem operasi GNU/Linux saya menyarankan untuk membuat 3 partisi :
  1. Partisi system (/) yang digunakan untuk menyimpan sistem operasi kamu dan sebagai home folder dari user root.
  2. Partisi home (/home) yang digunakan khusus sebagai home folder dari user yang kamu buat.
  3. Partisi swap
Jadi jika kamu menyimpan sebuah data pada file manager. data kamu akan otomatis tersimpan di partisi home dan tidak perlu takut lagi jika sistem operasi kamu rusak, karena data kamu sudah berbeda partisi dengan sistem operasinya.

Perbedaan dengan Windows

Pada sistem operasi windows direktori dokumen,download,dsb (agak lupa) terletak pada partisi c yang merupakan tempat tersimpannya sistem operasi. Jika kamu menyimpan pada direktori tersebut dan sistem operasi kamu bermasalah data kamu akan hilang. Solusinya adalah kamu harus membuat partisi baru (hm jadi berantakan).
Tapi pada GNU/Linux, kamu tinggal membuat partisi home dan kamu dapat menyimpan data kamu sesuai kategori pada file manager tanpa perlu takut jika sistem operasinya bermasalah.
Berikut merupakan video yang saya buat menggunakan kazam. Semoga membantu kamu yang belum terbiasa dengan file manager di GNU/Linux.

Stay Cool and Keep ./Crotz , gaes <(")

bila ada kesalahan mohon di maafkan dan dibenarkan di kolom komentar kak. 
bila ada kritik, dan pertanyaan langsung aja kak ke wall fanspage kami: TKJ CYBER ART
Read more

Cara Install Linux Mint 18


Cara Install Linux Mint 18 cukup mudah dan hampir sama seperti menginstall distribusi GNU/Linux yang lain. Linux Mint merupakan salah satu distribusi yang berasal dari ubuntu. Linux Mint cocok digunakan untuk kamu yang baru dan ingin belajar mengenal GNU/Linux.
Pada 30 Juni 2016, Linux Mint resmi merilis versi terbarunya yaitu versi 18 dengan codename “Sarah“. Linux Mint 18 merupakan versi long term support (LTS) yang akan didukung hingga tahun 2021. Linux Mint 18 sendiri datang dengan perangkat lunak yang lebih baru dan fitur-fitur baru yang membuat desktop kamu lebih nyaman untuk digunakan.
Komponen Utama :
  1. Cinnamon 3.0
  2. MDM 2.0
  3. Linux kernel 4.4
  4. Ubuntu 16.04 package base.

Persiapan Install Linux Mint 18

Hingga saat artikel ini dibuat, Linux Mint baru merelease versi cinnamon. Dengan cinnamon 3.0 yang membuat dekstop lebih cantik, berikut adalah spesifikasi minimal yang dapat dipasangkan sistem operasi Linux Mint 18 :
  • RAM : 512 MB (1 GB disarankan)
  • Ruang Penyimpanan : 9 GB ( 20 GB disarankan)
  • Resolusi Layar: 1024×768
Sebelum melakukan instalasi, ada baiknya menyiapakan beberapa hal yang dibutuhkan. Yang harus dipersiapkan antara lain :
  • File ISO Linux Mint 18.
  • Media Bootable seperti DVD ataupun USB Flashdrive.
  • Komputer atau Laptop dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
  • Melakukan Backup terhadap data yang dianggap penting.
untuk mengunduh file iso Linux Mint 18, kamu dapat mengunduh dihalaman web resmi Linux Mint.

Pra instalasi

Fitur yang bermanfaat pada sistem operasi GNU/Linux adalah fitur live cd, dengan fitur ini kamu dapat melihat-lihat tampilan sistem operasi yang akan diinstall. Pada Linux Mint 18, kamu akan langsung diarahkan ke dekstopnya untuk mencoba fitur live cd terlebih dahulu, Untuk menginstall pilih icon CD pada desktop dengan title “install linux mint“.
install-livecd

Instalasi Linux Mint 18

Tahap pertama, kamu harus mementukan bahasa apa yang akan dipakai pada saat menginstall sistem, pada dasarnya bahasa yang dipakai adalah bahasa inggris.
pemilihan bahasa
Tahap kedua, kamu akan disuguhkan pilihan apakah akan menginstall perangkat lunak tambahan atau tidak, jika memang tidak ada koneksi internet tidak dilakukan juga tidak masalah.
perangkat lunak tambahan
Catatan : Disarankan tidak melakukan instalasi perangkat lunak tambahan, apabila ditengah proses instalasi koneksi internet terputus akan menimbulkan masalah. Install perangkat lunak tambahan sesudah melakukan instalasi sistem saja.
Tahap ketiga adalah memilih tipe instalasi, disarankan dibantu dengan yang sudah berpengalaman. Ada banyak tipe instalasi. biasanya menggunakan pilihan something else untuk melakukan dual booting.
tipe instalasi
Tahap keempat adalah pembuatan partisi, tahap ini adalah tahap yang riskan pada semua jenis instalasi sistem operasi, disarankan didampingi orang yang berpengalaman.
Pada sistem operasi GNU/Linux, disarankan membuat 3 partisi yang berbeda yaitu partisi sistem, partisi data, dan partisi swap. untuk memahami ketiga partisi ini. baca juga artikel berikut :
Jika sudah yakin pilih install now.
partisi
Tahap kelima adalah memilih lokasi kamu berada.
pemilihan lokasi
Tahap keenam adalah menentukan jenis keyboard yang dipakai, sebaiknya diabaikan saja dan menggunakan standar jenis keyboard english (US).
pemilihan keyboard
Tahap ketujuh adalah mengisi informasi tentang user, isikan nama pengguna dan juga password. Untuk password sendiri jangan dikosongkan, hal ini nantinya akan diperlukan pada saat penginstalan aplikasi atau update sistem yang membutuhkan hak akses dan dimintai password.
membuat user dan password
Terakhir adalah menunggu proses instalasi berjalan sambil menikmati tampilan splash screen instalasi. jika sudah restart komputer dan nikmati sistem operasi Linux Mint 18.
splash screen

Tangkapan Layar

13-nemo 12-banshee 11-gimp 10-firefox 9-libreoffice 8-terminal 8-menu2 7-calender 6-background 5-theme 4-setting 3-home 2-menu 1-desktop 0-welcome screen
Read more